Teknologi WAN
Apa itu WAN ?
WAN atau Wide Area Networks merupakan teknologi untuk mengirim data dengan
jarak yang cukup jauh dengan menggunakan alat satelit atau kabel bawah laut
untuk melakukan pengiriman data antara pulau atau antara kota.
Menurut definisinya Teknologi WAN digunakan untuk:
· Mengoperasikan jaringan area dengan batas geography
yang sangat luas
· Memungkinkan akses melalui interfance serial yang
beroperasi pada kecepatan yang rendah
· Memberikan koneksi full-time (selalu ON) atau
part-time (dial-on-demand)
· Menghubungkan perangkat-perangkat yang terpisah
melewati area global yang luas
Teknologi WAN menghubungkan
perangkat-perangkat WAN yang termasuk didalamnya adalah:
1. Router, menawarkan beberapa layanan interkoneksi
jaringan-jaringan dan port-port interfance WAN
2. Switch, memberikan koneksi kepada bandwidth WAN untuk
komunikasi data, voice, dan juga video
3. Modem, yang memberikan layanan interfance voice,
termasuk channel service units/digital service units (CSU/DSU) yang memberikan
interfance layanan T1/E1; Terminal Adapters/Network Termination 1 (TA/NTI) yang
menginterfance layanan Intergrated Services Digital Network (ISDN)
4. System komunikasi dalam teknologi WAN menggunakan
pendekatan model layer OSI untuk encapsulation frame seperti halnya LAN akan
tetapi lebih difocuskan pada layer Physical dan Data link
Komponen Komponen WAN
1. Data Link Layer WAN
Protocol
WAN pada layer Data Link menjelaskan bagaimana frame dibawah antar system
melalui jalur tunggal. Protocol-protocol ini didesign untuk beroperasi melalui
koneksi dedicated Point-to-Point, multi-point, dan juga layanan akses
multi-Switched seperti Frame relay. WAN juga mendefinisikan standard WAN yang
umumnya menjelaskan metoda-metoda pengiriman layer physical dan juga
kebutuhan-kebutuhan layer Data Link meliputi addressing dan encapsulation flow
control.
Protocol WAN layer Data Link
·
High-Level Data Link Control (HDLC) - adalah standard ISO yang
bisa saja tidak saling kompatible antar layanan yang berbeda. HDLC mendukung
konfigurasi Point-to-Point ataupun Multi-point.
·
Frame Relay - dibanding protocol-protocol WAN lainnya, layanan
frame menggunakan framing tanpa memberikan koreksi error melalui mekanisme
lewat fasilitas digital berkualitas tinggi. Frame relay bisa mentransmisikan
voice dan data melalui line telepon yang sudah ada.
·
Protocol-protocol WAN Data Link Layer mendukung protocol-protocol
baik protocol-protocol connectionless maupun connection-oriented layer tinggi.
2. Layer Physical WAN
Layer
Physical WAN menjelaskan interfance antar data terminal equipment (DTE) dan
data circuit-terminating equipment (DCE). Umumnya DCE adalah penyedia layanan
(ISP) dan DTE adalah perangkat terhubung. Dalam model ini, layanan-layanan yang
ditawarkan kepada DTE disediakan melalui sebuah modem atau layanan channel
service unit/data service unit (CSU/DSU).
Beberapa standard layer Physical
menspesifikasi interfance berikut ini:
a. EIA/TIA-232
b. EIA/TIA-449
c. V.24
d. V.35
e. X.21
f. G.703
g. EIA-530
Teknologi WAN mempunyai 2 cara atau metode
dalam membangun dan mempertahankan proses komunikasi data , yaitu :
1. Asynchronous Transmission
Merupakan
komunikasi tanpa memerlukan waktu penentu, Asynchronous sendiri berarti tidak
tergantung waktu, jadi komunikasi yang terjalin antara si pengirim dan penerima
tidak perlu di sinkronkan terlebih dahulu sebelum dapat saling berkirim data
satu sama lain.
Tanpa
adanya proses sinkronisasi yang selalu menjaga hubungan ini, komunikasi
berjenis Asynchronous harus disertakan dengan mekanisme pembuka jalur
komunikasi, yaitu menggunakan bit-bit konfirmasi sebelum mengirimkan data,
Bit-bit konfirmasi ini berupa sinyal yang memberitahukan kapan saat start dan
stop-nya data dikirimkan.
Asynchronous
transmission ini sering disebut juga dengan istilah komunikasi
"Character-framed" atau komunikasi "start/stop" karena
metode ini akan melakukan semacam framing untuk setiap karakter yang
dikirimkan, Framing tersebut dilakukan dengan memberikan bit-bit startdan stop.
Setiap karakter biasanya dibentuk dari 7 sampai 8 bit bilangan biner yang dapat
mewakili sebuah angka, huruf, maupun tanda baca.
2. Synchronous transmission
Synchronous
transmission adalah proses di mana data ditransfer dalam interval reguler yang
dihitung oleh sinyal clocking ; memungkinkan untuk transmisi konstan dan dapat
diandalkan untuk data sensitif terhadap waktu , seperti real-time video atau
suara .
Transmisi
data di mana kedua stasiun disinkronkan . Kode yang dikirim dari stasiun
pemancar ke stasiun penerima untuk membangun sinkronisasi , dan data kemudian
ditransmisikan dalam aliran kontinyu .
Modem
yang mengirimkan pada 1.200 bps dan tinggi sering mengubah sinyal asynchronous
dari port serial komputer ke dalam transmisi sinkron atas saluran transmisi .
Kontras dengan transmisi asynchronous.
Komunikasi WAN
Teknologi WAN tergantung pada pihak
penyelenggara layanan untuk koneksi jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan
local LAN yang mentransmisikan data melalui koneksi fisik digital antar
komputer, teknologi WAN menggunakan kombinasi signal analog dan digital dalam
mentransmisikan data.
Message berjalan dari point ke point
secara berbeda tergantung pada koneksi fisik dan protocol yang digunakan yang
meliputi:
1. Dedicated connections
2. Circuit-switched networks
3. Packet-switched networks
Jaringan-jaringan Dedicated dan Switched
mempunyai sifat koneksi yang selalu tersedia pada jaringan sementara Circuit
Switched perlu membangun koneksi terlebih dahulu melalui mekanisme dial-up
antar perangkat yang berkomunikasi. Pada routing Dial-on-Demand router membuka
koneksi secara automatis jika ada data yang perlu dikirim, dan akan menutup
secara automatis jika line idle alias tidak ada lagi data yang dikirim.
Perangkat WAN
1. CO (Central Office)
CO
(Control Operator/Office) bagian pusat yang mengendalikan/mengatur
perangkat-perangkat agar bekerja, bagian yang menjadi pusat Penyedia Layanan.
CO berfungsi mengendalikan sebuah jaringan atau membagi layanan layanan ketika
layanan terjadi.
2. CPE (Costumer Promises Equipment)
Perangkat
yang berhubungan dengan aplikasi dan user dan tidak terjadi proses signaling.
3. DTE (Data termination Equipment)
Perangkat
yang mentransmisikan data dari CPE menuju DCE untuk dikonversikan. Berfungsi
mengkonversikan sinyal yang diterima agar sampai pada user. DTE merupakan
sebuah peralatan atau subsistem yang saling berhubungan dengan beberapa
peralatan yang melakukan fungsi yang diperlukan untuk memungkinkan pengguna
untuk berkomunikasi.
4. DCE (Data Communication Equipment)
Data
Circuit Equipment (DCE) adalah perangkat yang terletak antara Data Terminal
Equipment dan Data Circuit Transmisi. Hal ini juga disebut peralatan komunikasi
data dan operator peralatan data. DCE melakukan fungsi seperti sinyal konversi,
coding, dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan DTE.
Contoh perangkat-perangkat yang terdapat pada CO,CPE,DTE,DCE :
DTE Device : - Terminal (PC, Laptop, Client PC, dll)
DCE Device : - Hub, Switch, Modem, dll.
CPE Device : - Telepon, ADSL Modem
CO Device : - ISP
Ada
beberapa teknologi WAN yang diberikan oleh penyedia layanan WAN seperti berikut
ini:
1.
PSTN
PSTN adalah jaringan telpon Switched public
yang merupakan komunikasi WAN yang kuno dan banyak dipakai diseluruh dunia.
PSTN adalah teknologi WAN yang menggunakan jaringan Circuit Switched yang
berbasis dial-up atau leased line (selalu ON) menggunakan line telpon dimana
data dari digital pada sisi komputer di konversikan ke analog menggunakan
modem, dan data berjalan dengan kecepatan terbatas sampai 56 kbps saja.
2.
Leased Line
Leased line atau biasa disebut Dedicated
line adalah teknologi WAN menggunakan koneksi langsung permanen antar perangkat
dan memberikan koneksi kualitas line konstan. Layanan ini lebih mahal tentunya
dibandingkan PSTN menurut kebutuhan.
3.
X.25
X.25 dispesifikasikan oleh ITU-T suatu
teknologi paket Switching melalui PSTN. X.25 dibangun berdasarkan pada layer
Physical dan Data Link pada model OSI. Awalnya X.25 menggunakan line analog
untuk membentuk jaringan paket switching dan X.25 bisa saja dibangun melalui
jaringan digital. Protocol2 X.25 mendefinisikan bagaimana koneksi antar DTE dan
DCE di setup dan di maintain dalam PDN – public data network.
X.25 bisa beroperasi pada kecepatan sampai 64 kbps pada line
analog, X.25 menggunakan frame sebagai variable ukuran paket, menyediakan
deteksi error dan juga koreksinya untuk menjamin kehandalan melalui line analog
yang berkualitas rendah.
4.
Frame Relay
Frame relay adalah salah satu Teknologi WAN
dalam paket Switching dimana komunikasi WAN melalui line digital berkualitas
tinggi. Lebih jelasnya bisa dilihat di Frame relay.
5.
ISDN
ISDN (Integrated services digital network)
mendefinisikan standard dalam menggunakan line telpon analog untuk transmisi data
baik analog maupun digital. ISDN BRI dengan kecepatan 128 Kbps. ISDN PRI dengan
kecepatan sampai 2.048 Mbps.
6.
ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah
koneksi WAN berkecepatan tinggi dengan menggunakan teknologi paket switching
dengan kecepatan sampai 155 Mbps bahkan 622 Mbps. ATM bisa mentransmisikan data
secara simultan dengan digitized voice, dan digitized video baik melalui LAN
maupun WAN.
7.
DSL
DSL (Digital Subscriber Line) adalah satu
set teknologi yang menyediakan penghantar data digital melewati kabel yang
digunakan dalam jarak dekat dari jaringan telepon setempat.
8.
T1
T1 adalah leased line digital terdiri dari
24 saluran (disebut DS0, 1 DS0 adalah 64K) yang memberikan kecepatan transfer
hingga 1.544 Mbps, dan sering digunakan untuk menghubungkan jaringan perusahaan
dan ISP ke Internet.
9.
E3
E3 versi Eropa memberikan kecepatan hingga
34.368 Mbit/s (512 saluran) Versi Jepang J3 memberikan kecepatan sampai dengan
34.064 Mbps (480 saluran).
10. SONET
Sonet (Synchronous Optical Network)
merupakan sebuah hirarki standar kecepatan data digital untuk transmisi optik
antarmuka yang diusulkan oleh Bellcore. Tarif data dalam jaringan serat optik
dibagi dalam OC-tingkat.
11. VPN
(Virtual Private Network)
VPN adalah teknologi jaringan komputer yang
memanfaatkan media komunikasi public (open connection atau virtual circuits),
seperti internet untuk menghubungkan beberapa jaringan lokal. Informasi yang
berasal dari node-node VPN akan “dibungkus” (tunneled) dan kemudian mengalir melalui
jaringan publik. Sehingga informasi menjadi aman dan tidak mudah dibaca oleh
orang lain. Dengan kata lain VPN merupakan jaringa virtual yang dibangun diatas
jaringan publik.
12. Wireless
(Microwave dan Satelite)
Layanan WAN melalui microwave line of sight
(wireless) dan satellite dapat digunakan pada remote site yang betul-betul
extrem dimana sama sekali tidak tersedia layanan WAN. Layanan ini menawarkan
berbagai kecepatan koneksi. Koneksi satellite bisa menawarkan umumnya sampai
512Kbps, sementara microwave line of sight bisa menawarkan kecepatan sampai 52 Mbps
atau bahkan lebih. Bahwa layanan WAN ini bisa bervariasi sangat mencolok
tergantung tersedianya layanan pada lokasi dan penyedia layanan WAN tersebut,
tersedianya bandwidth, tingkat layanan dan harga. Bandwidth dan harga merupakan
faktor yang sangat berpengaruh dalam memilih penyedia layanan WAN. Layanan WAN
yang dipilih akan mempengaruhi pemilihan interface yang dipakai pada router.
Karena beragamnya pilihan layanan WAN dan juga tersedianya interface koneksi
fisik WAN, maka pemakaian router modular lebih menguntungkan yang memungkinkan
fleksibilitas dalam pemilihan koneksi layanan WAN.
Teknologi
WAN normalnya dikatagorikan dalam tiga kelas layanan :
1.
Leased line
Layanan Leased Line menggunakan line
eksklusif dari penyedia jaringan, sementara layanan Circuit Switched
mentransmisikan data setelah terbentuknya jaringan lewat call (PSTN atau ISDN)
dan untuk layanan WAN Packet Switch (Frame Relay, X.25 dan ATM) menggunakan
infrastruktur carrier sharing untuk mentransmisikan data melalui virtual
circuit (VC).
2.
Circuit switched
Layanan Circuit Switched seperti layanan
yang diberikan pada ISDN dan PSTN analog, memerlukan suatu call untuk bisa
terbentuknya suatu circuit dan berlangsung sampai selesainya koneksi. ISDN juga
sering dapat digunakan untuk titik koneksi pada layanan WAN lainnya seperti
Frame relay atau X.25. Dapat juga digunakan untuk dial-on-demand (dial sesuai
kebutuhan) atau system backup link. Leased line memberikan koneksi full-time
dimana jalurnya diberikan permanen oleh penyedia jaringan.
3.
Packet switched
Layanan Packet Switched seperti Frame relay
dan ATM adalah yang paling populer karena secara umum harga bandwidth per Kbps
lebih murah dan fleksibilitas dalam pemasangan virtual circuits melalui
interface tunggal pada router. Kebanyakan Permanent Virtual Circuit (PVC) bisa
memungkinkan ukuran circuit didefinisikan yang menjamin level layanan minimum,
dan jika kebutuhan jaringan berubah, maka ukuran circuit bisa juga diubah
sesuai kebutuhan.
Komentar
Posting Komentar